Fakta Musik Klasik

Fakta Musik Klasik

Musik klasik karya Mozart dan komposer sejamannya dapat membuat perkembangan otak belahan kanan janin dalam kandungan menjadi lebih baik. Paparan musik klasik itu disebutkan dapat meningkatkan kemampuan afektif si anak, yaitu kemampuan yang berkaitan dengan pengelolaan perasaan, emosi, sikap, derajat, penerimaan, atau penolakan terhadap suatu objek.

Beberapa penelitian di luar negeri menyatakan bahwa pemberian stimulasi dengan terapi musik klasik paling efektif diterapkan sejak bayi masih dalam kandungan hingga usia 3 tahun. Penelitian yang ada menyatakan bahwa pada usia kandungan di atas 8 minggu, otak janin bayi mulai berfungsi, dan pendengaran merupakan panca indera yang paling sederhana yang sudah bisa dirangsang. Selama periode ini, otak anak mengalami pertumbuhan pesat.

Dr. Kuei Pin Yeo, Presiden Direktur Yayasan dan Sekolah Musik Jakarta, menuturkan bahwa peran musik memang sangat besar untuk merangsang perkembangan otak anak. Upaya rangsangan (stimulus) yang dilakukan orangtua pada anaknya sejak dalam kandungan, membuat anak mulai terlatih dan hasilnya dapat terlihat ketika si anak memasuki masa tumbuh kembang. Efeknya dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak, yaitu kemampuan untuk mengenali/ menafsirkan lingkungannya dalam bentuk bahasa, memori, & visual.

Musik klasik menjadi salah 1 musik yang paling baik karena irama yang dikeluarkannya dari musik klasik memiliki frekuensi yang bervariasi dengan mengeluarkan nada-nada yang indah. “Musik klasik memiliki metode dan jenjang. Berbeda dengan jenis musik yang lain,” ungkapnya.

Kuei Pin Yeo juga menuturkan bahwa musik juga bagus untuk mengelola emosional anak. “Misal, jika didengarkan musik lembut, maka anak akan tenang, kalau musik yang riang, anak pun akan terlihat gembira,” jelasnya. Bila seorang anak yang sejak dalam kandungan telah diperdengarkan alunan musik, biasanya dalam masa pertumbuhannya kelak, anak itu akan dapat dengan mudah beradaptasi dan belajar soal musik.

Selain itu, menurut Kuei Pin Yeo, efek dair musik juga bisa dirasakan untuk anak yang belajar alat musik karena kemampuan motorik tangan anak akan terasah. Anak yg pandai di bidang musik juga akan berprestasi di sekolahnya.

Sedangkan psikolog dari Universitas Indonesia, dra. Linda Primana, M.Si., menuturkan bahwa musik bukan hanya berpengaruh pada kecerdasan anak, tapi memiliki dampak psikologis bagi pendengarnya. Musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak, karena musik itu sendiri merangsang pertumbuhan sel otak.

Musik juga membuat kita menjadi rileks dan senang hati, yang merupakan emosi positif. Emosi positif inilah yang membuat fungsi berfikir seseorang menjadi maksimal. Jangankan untuk anak, kita yang sudah dewasa saja bisa tenang saat mendengarkan musik. Musik bermanfaat untuk mengurangi stres, depresi, dan kecemasan. Musik juga baik untuk relaksasi, mengaktifkan tubuh, meningkatkan daya ingat, dan kesadaran.

Dari artikel ini, jelaslah bahwa musik klasik merupakan suatu KEBUTUHAN YG HARUS DIPENUHI demi MASA DEPAN ANAK ANDA.

~ by N R N on September 18, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: